Museum Affandi

Museum Affandi Yogyakarta: Tiket, Aktivitas & Koleksi

Yogyakarta memiliki banyak destinasi wisata, dari kebun binatang, wisata pantai, wisata sarat nilai budaya hingga museum. Salah satu museum populer di Yogyakarta yang dapat dijadikan destinasi wisata sarat edukasi adalah museum Affandi.

Tidak sulit menemukan museum ini karena letaknya yang berada tepat disebelah kanan jalan raya Jogja-Solo. Mengunjungi museum Affandi akan membuat pelancong merasa tengah menjejaki seluruh kehidupan pelukis Affandi.

Seperti namanya, Museum Affandi dinamain sesuai nama pelukisnya yaitu pelukis Affandi. Konon museum ini dirancang sendiri oleh pelukis terkenal itu dari biaya penjualan lukisan-lukisannya. Ada beberapa bangunan (galeri) dalam museum Affandi yang dapat ditemui sekarang ini. Galeri I dulu dibangun oleh Affandi sendiri dan diresmikan tahun 1974.

Tak hanya itu, untuk Galeri II dibantu oleh Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Galeri II pun diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu tepat pada 9 Juni 1998. Galeri III dibangun tahun 1999 oleh Yayasan Affandi dan diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono X tahun 2000.

Sedangkan galeri terakhir yaitu Galeri IV dibangun tahun 2002 untuk memamerkan lukisan-lukisan mengagumkan karya keluarga Affandi.

Harga Tiket Masuk Museum Affandi

Tiket Museum Affandi Yogyakarta
Domestik Rp25.000
Internasional Rp50.000
Kamera Rp20.000
Kamera handphone Rp10.000

Harga tiket Museum Affandi bisa dikatakan terjangkau. Bagi pengunjung berusia dewasa, tiket masuk masuk museum Affandi yang harus dibayar Rp25.000. Bagi wisatawan asing baik itu dewasa maupun anak-anak, dikenakan biaya masuk Rp50.000.

Umumnya beberapa museum di Eropa tidak memperbolehkan pengunjung membawa masuk kamera dalam bentuk apapun. Alasannya karena kilatan cahaya dari kamera dan handphone akan mengurangi waktu hidup lukisan-lukisan didalamnya.

Di Museum Affandi pengunjung yang membawa kamera DSLR dan sejenisnya, dikenai biaya Rp20.000 rupiah. Sementara itu, bagi pengunjung yang membawa kamera handphone, wajib membayar Rp10.000.

Jam Buka Museum Affandi

Jam Buka Museum Affandi
Senin – Sabtu 09.00 – 16.00 WIB

Biasanya museum akan mulai buka pada hari Selasa hingga Minggu seperti Museum Fort Vredeburg. Namun, rupanya hal itu tidak berlaku bagi Museum lukisan karya maestro lukis Indonesia, Affandi. Sebaliknya, museum Affandi hanya buka pada hari Senin hingga Sabtu mulai dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Bila pengunjung datang pada hari Minggu dan hari libur nasional, maka siap-siaplah gigit jari. Museum Affandi tidak membuka kunjungan pada tanggal merah dan hari Minggu seperti Museum Fort Vredeburg.

Barang koleksi berupa mobil dan sepeda onthel yang terpajang di dalam Galeri I Museum Affandi. img: wikicommons/Kurniawn.bagas

Aktivitas & Atraksi Museum Affandi

Aktivitas yang bisa dilakukan oleh para wisatawan bila bermaksud berkunjung ke Museum Affandi antara lain:

Café Loteng

Salah satu tempat menarik yang mesti dikunjungi di sini adalah Café Loteng bawah tanah sebuah rumah. Konon rumah dua lantai bercorak tadisional ini dulunya merupakan rumah pribadi milik Affandi. Café ini menjual beragam macam minuman dan makanan kepada para pengunjung dan wisatawan. Sementara itu, untuk lantai atas rumah pengunjung dapat melihat secara langsung kamar pribadi Affandi. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana jejak kehidupan pelukis terkenal itu di sini.

Galeri I

Galeri I merupakan salah satu bangunan yang ada di Museum Affandi yang diresmikan langsung oleh pelukis. Di Galeri ini pengunjung dapat melihat berbagai barang berharga milik Affandi semasa hidupnya. Sebut saja sebuah mobil Colt Gallan kuning tahun 1976 yang telah dimodifikasi menjadi bentuk ikan.

Atau juga sepeda onthel kuno yang tetap dirawat sebaik mungkin hingga sekarang ini. Tak ketinggalan potret Affandi bersama putrinya – Kartika, serta reproduksi patung-patung karya pelukis tersebut.

Baca: Candi Prambanan: Tiket, Aktivitas & Atraksi

Selain barang-barang pribadi Affandi, di Galeri I pengunjung dapat menikmati lukisan-lukisan karya Affandi. Mulai dari awal sang maestro berkarya hingga lukisan yang dihasilkan saat menjelang masa akhir hidupnya. Pengunjung dapat melihat karya-karyanya dipajang dalam dua larik, atas maupun bawah. Lukisan-lukisan tersebut dipasang memanjang sesuai dengan bentuk ruangan yang melengkung.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai macam penghargaan dari Asia dan Eropa untuk Affandi. Penghargaan tersebut dipajang dalam sebuah lemari kaca di bagian tengah galeri. Ada juga celana warna-warni yang kerap kali digunakan oleh Affandi ketika melukis. Intinya, di Galeri I pengunjung seolah diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Affandi dan sejarah hidupnya. Lebih dari 300 lukisan Affandi disini tidak dijual untuk umum.

Galeri II

Bila pengunjung ingin melihat lukisan-lukisan bercorak realis, maka kunjungilah lantai II Galeri II Museum Affandi. Di sana dipamerkan berbagai lukisan realis dari berbagai pelukis dari pemula hingga senior. Namun, bila suka dengan lukisan bergaya abstrak, maka jangan lewatkan lantai pertama Galeri II.

Lukisan-lukisan tersebut dapat direpresentasikan sesuai dengan pandangan pengunjung masing-masing. Intinya, pengunjung dapat melihat lukisan-lukisan dari beberapa pelukis Indonesia lain yang bercirikan dua tema tersebut disini.

Beberapa pelukis Indonesia yang karya lukisannya disimpan di Galeri ini adalah Basuki Abdullah dan Hendra Gunawan. Ada juga lukisan-lukisan terkenal milik Popo Iskandar, Barli, Sudjojono dan Muchtar Apin. Dan bagi pengunjung yang juga suka melihat karya-karya seni lain selain lukisan, tak akan kecewa sama sekali. Di sini juga ada gelaran patung-patung karya Amrus Natalsya serta cukil kayu poles karya keluarga Tjokot.

Museum Affandi
Museum Affandi memamerkan karya-karya maestro pelukis Affandi. img: affandi.org

Galeri III dan Galeri IV

Bangunan Galeri III Museum Affandi terdiri atas dua lantai. Pada lantai pertama, pengunjung dapat melihat ruang pamer karya lukis putrid Affandi yang bernama Kartika Affandi. Lukisan-lukisan Kartika yang terkenal diantaranya adalah “Apa Salahku? Mengapa Ini Harus Terjadi?” pada Februari 1999.

Karya lain misalnya lukisan berjudul “Apa yang Harus Kuperbuat” pada Januari 1999 juga terlihat mempesona. Sementara itu di lantai II bangunan tersebut digunakan sebagai ruang untuk merawat lukisan-lukisan. Untuk Galeri IV sendiri, pengunjung dapat melihat berbagai lukisan karya Didit, cucu Affandi.

Baca: Kraton Yogyakarta: Tiket & Atraksi

Pengunjung dapat menikmatinya secara langsung di sebuah ruangan untuk pameran lukisan atau ruang pamer. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan dan menikmati langit-langit Galeri IV nan eksotik yang terbuat dari anyaman bambu. Hal itu mungkin disengaja agar Galeri ini terkesan lebih tradisional dan bercorakkan kebudayaan Indonesia yang tak lekang oleh waktu.

Sanggar Gajah Wong

Sanggar Gajah Wong terdapat di Galeri III, sebuah bangunan tiga lantai dalam lingkup Museum. Sanggar ini terletak di lantai pertama bangunan serba guna yang atapnya berbentuk pelepah daun pisang itu. Sanggar Gajah Wong didirikan sebagai sebuah wadah bagi anak-anak yang ingin belajar tentang dunia lukis. Di sini pengunjung dapat melihat anak-anak yang sedang mengasah bakat melukis mereka dengan bahagia.

img:affandi.org

Fasilitas-fasilitas di Museum Affandi

Fasilitas Museum Affandi yang menarik lain daripada yang lain, yakni sebuah gerobak tradisional. Ya! Gerobak ini kerap kali digunakan oleh istri pertama Affandi, Maryati Affandi sebagai tempat istirahat di siang hari. Sekarang, pihak Museum memodifikasi gerobak tersebut menjadi sebuah ruangan yang dilengkapi dengan dapur dan kamar mandi.

Bagi pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas seperti toilet pun diperbolehkan di sini. Tak hanya itu, gerobak yang lumayan besar ini juga dibuat sebagai mushalla sebagai tempat ibadah bagi keluarga dan juga para pengunjung.

Transportasi Umum ke Museum Affandi

Rute transport ke Museum Affandi, untuk pengunjung yang datang dari Bandara Adisutjipto, dapat langsung naik Trans Jogja rute 1B. Turunlah di Halte Jalan Solo (Gedung Wanita) lalu menyeberang jalan dan berjalan ke pertigaan UIN Sunan Kalidjaga (lampu merah). Tepat di samping restoran KFC dan pos polisi itulah pengunjung dapat melihat langsung Museum Affandi.

Bagi pengunjung yang dari Stasiun Tugu, dapat berjalan menuju Halte Malioboro 1, lalu naik bus Trans Jogja rute 1A. Turunlah di Halte Jalan Solo (De Brito) dan berjalan lurus ke pertigaan UIN Sunan Kalidjaga seperti yang diterangkan di atas.

Alamat Museum Affandi

Museum Affandi terletak di Jalan Solo Km. 5,1 atau Jalan Laksda Adisucipto No. 167. Bila pengunjung kesulitan menemukannya, tinggal mencari restoran KFC dan kampus UIN Sunan Kalijaga. Nah, tepat di seberang Jalan Solo depan UIN Sunan Kalijaga itulah Museum Affandi berada.

Singkatnya, dua meter dari pos polisi di pertigaan depan KFC, museum Affandi sudah terlihat. Bangunannya tepat berada di tepi barat Sungai Gajah Wong yang melintasi jembatan Jalan Solo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *