Puncak Becici Yogyakarta

Puncak Becici Hutan Pinus Mangunan

Di Yogyakarta terdapat banyak hutan pinus, salah satu yang populer adalah Hutan Pinus Mangunan, Imogiri. Tak jauh dari Hutan Pinus Mangunan terdapat hutan pinus lainnya yang tak kalah indah. Bahkan dari hutan pinus ini pengunjung lebih leluasa menyaksikan senja yang indah sekaligus romantis. Tempat ini terkenal dengan nama Puncak Becici.

Baca: Wisata Hutan Pinus Mangunan Kesejukan Hutan Lindung

Puncak Becici merupakan hutan lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan. Tanaman pinus yang ada di hutan ini dahulunya diambil getahnya untuk dijadikan terpentin. Namun karena panoramanya yang cantik hutan ini dibuka untuk obyek wisata.

Pihak pengelola juga membangun beberapa wahana dan sudut foto yang tidak akan membuat pengunjung kecewa. Bahkan beberapa waktu lalu, mantan presiden Amerika Barack Obama pernah mengunjungi tempat ini.

Sejarah Puncak Becici

Kawasan hutan puncak becici ini juga terkenal dengan nama Hutan Sudimoro I. Nama Becici yang terdengar asing di telinga pun sebenarnya memiliki cerita sejarah tersendiri. Becici berasal dari gabungan kata “ambeg” yang berarti berdiam diri dan kata suci.

Dua kata ini merujuk pada cerita turun temurun kepercayaan masyarakat setempat. Cerita tentang putra pendiri Desa Muntuk yang bertapa di kawasan ini hingga disemayamkan disini pula saat wafat.

Harga Tiket Masuk Puncak Becici

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp2.000. Untuk biaya parkirnya juga relatif standar, yakni Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000. Sementara untuk parkir bus dikenakan biaya sebesar Rp20.000. Dengan biaya tersebut pengunjung sudah bisa mengelilingi setiap sudut cantik hutan ini.

Tiket Masuk Puncak Becici
Tiket Masuk Rp2.000
Panggung Sekolah Hutan Rp2.500
Studio Alam Rp2.000
Jelajah Alam Rp10.000
Hammock Rp10.000
Camping Ground* Rp15.000

Pesona Puncak Becici

Untuk mencapai Puncak Becici, dari areal parkir pengunjung perlu berjalan kaki sejauh 100 m. Namun perjalanan menuju puncak tidak akan terasa jauh karena jalan setapaknya sudah tertata rapi.

Pengunjung akan berjalan membelah hutan pinus sambil menikmati suasana yang asri hingga sampai ke puncak. Pengunjung dapat melihat deretan pepohonan hijau yang tumbuh rapat-rapat. Hutan pinus di kawasan ini memiliki luas sekitar 4 hektar.

Bukit Obama
Bukit yang pernah dikunjungi Presiden AS Obama pada saat kunjungan ke Yogyakarta

Pengunjung akan menemukan guratan di batang pohon pinus bak dikuliti. Hal tersebut terjadi karena dahulunya getah dari pohon pinus disini disadap guna dijadikan terpentin. Wilayah memang terkenal dengan komoditi utamanya yang berupa terpentine.

Namun sejak dibuka sebagai obyek wisata, aktivitas penyadapan getah ini sudah jarang dilakukan. Kawasan ini berada di atas tebing yang cukup menjorok dan menghadap ke Barat. Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat panorama Gunung Merapi dan Gunung Sindoro.

Jika, cuaca sedang cerah, pengunjung akan melihat kawasan berair yang memanjang lurus yang merupakan garis pantai selatan. Pengunjung akan menemukan beberapa tulisan unik di pepohonan seperti “Dilarang Melempar Mantan”.

Gardu Pandang

Puncak Becici menyediakan sejumlah gardu pandang yang semakin memudahkan pengunjung dalam melihat pemandangan. Meskipun hanya terbuat dari kayu, pengunjung dapat naik ke gardu ini dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajah.

Sejauh mata memandang, pengunjung akan menemukan hamparan hutan menghijau, dan puncak gunung yang berjajar. Tidak lupa juga dilengkapi dengan panorama pantai selatan yang lurus memanjang. Namun saat berada di atas gardu pandang pengunjung wajib berhati-hati, sebab ttidak adanya fasilitas sabuk dan tali pengaman.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta. foto: wikicommons/4ulia

Untuk naik ke gardu pandang ini, pengunjung dikenakan biaya yang sangat murah. Karena posisinya yang menghadap ke Barat, tentu waktu terbaik untuk naik ke gardu pandang ini adalah di sore hari.

Di sore hari, pengunjung akan disuguhi dengan keindahan langit berwarna jingga dari pancaran matahari yang hendak tenggelam. Pengunjung juga bisa menciptakan foto pemandangan yang indah atau megambil foto dengan efek siluet yang dramatis.

Bersantai Di Gazebo

Jika takut naik ke atas gardu pandang, pengunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang ada di atas bukit. Beberapa kursi-kursi untuk bersantai juga disediakan pihak pengelola.

Fasilitas kursi-kursi ini dapat digunakan secara cuma-cuma. Selain itu, pengunjung juga dapat memandangi pohon pinus yang menjulang tinggi dan merasakan hembusan angin sambil bermain ayunan.

Puncak Becici Malam Hari

Mendengar suara serangga malam dibawah bayangan pucuk pinus akan menjadi pengalaman yang seru. Pengunjung bisa merasakannya dengan berkemah di kawasan Puncak Becici. Di tempat ini telah tersedia area berkemah  yang cukup luas dan bisa digunakan untuk mendirikan banyak tenda. Untuk dapat memasang tenda di tempat ini pengunjung cukup membayar biaya Rp15.000 per orang/hari.

Hammock dan Outbond

Tiduran diatas hammock sembari berselaras dengan alam bisa menjadi relaksasi dan terapi bagi pengunjung. Akan tetapi, hammock di kawasan ini tidak tersedia gratis, melainkan pengunjung harus menyewa dari pernyewa. Tarifnya bervariasi mulai dari Rp10.000 per dua jam.

Sedangkan hammock bertingkat dimulai dari harga Rp15.000 sampai Rp60.000. Harga ini juga masih dapat menjadi lebih murah jika pengunjung pandai menawar. Puncak Becici juga menjadi tempat yang cocok untuk melakukan kegiatan outbound. Sehingga ditempat ini banyak sekali kegiatan outbound, terutama kelompok outbound dari sekolah-sekolah.

Hammock Becici
Bergelayut di Hammcok Puncak Becici menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan.

Disini terdapat banyak fasilitas outbound yang menarik. Tentunya fasilitas tersebut aman untuk digunakan anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan disini anak-anak juga bisa belajar tentang alam, dan bagaimana cara menjaga keasriannya.

Fasilitas

Fasilitas di kawasan Hutan Pinus Becici ini cukup standar. Pengunjung dapat menemukan toilet umum dengan mudah. Bagi pengunjung muslim yang hendak melakukan ibadah, tempat ini juga menyediakan mushola.

Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan bertemu dengan banyak pedagang makanan yang menjajakan makanan. Harga makanan yang dijual pun relatif standar sehingga pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan dan kehabisan uang.

Angkutan Umum

Jika wisatawan datang ke Yogyakarta menggunakan pesawat, dari bandara wisatawan dapat menaiki Trans Jogja 3B menuju Terminal Giwangan. Jika dari Stasiun Tugu, wisawatan perlu berjalan kaki menuju halte Trans Jogja di dekat Malioboro. Kemudian menaiki Trans Jogja 3A untuk sampai di Terminal Giwangan.

Jika wisatawan dari Stasiun Lempuyangan, wisatawan tinggal menaiki Trans Jogja 4B untuk sampai di Terminal Giwangan. Setelah sampai di Terminal Giwangan, wisatawan perlu menaiki bus jurusan Yogyakarta- Parangtritis untuk turun dekat di lokasi wisata yang terlewati oleh bis dengan rute ini.

Tips untuk Wisawatan

Kawasan wisata ini mengharuskan pengunjung berjalan kaki dengan medan yang berupa tanah merah. Tanah ini akan menjadi sangat licin saat basah. Tidak hanya itu, pengunjung juga diharuskan untuk memanjat jika ingin menaiki gardu pandang. Sehingga, alangkah baiknya jika pengunjung menggunakan alas kaki yang tepat guna dan nyaman.

Pengunjung juga disarankan untuk mengisi penuh baterai kamera saat demi kenyamanan saat tengah berwisata. Pengunjung juga diharuskan untuk selalu menjaga kebersihan selama berada di kawasan objek wisata.

Lokasi Puncak Becici

Lokasi Puncak Becici berada di Resor Pemangku Hutan (RPH) Mangunan. Tepatnya di alamat Gunung cilik Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *