Gerbang Candi Ratu Boko

Wisata Candi Ratu Boko Perpaduan Budaya & Sejarah

Yogyakarta meninggalkan banyak sejarah dan kekayaan alam yang menjadi daya tarik wisata. Wisata di daerah ini sepertinya tidak pernah mati, bahkan selalu bertumbuh. Semua konsep wisata bisa ditemukan di wilayah kesultanan ini. Wisata alam, sejarah, budaya, pendidikan, pertunjukan belanja dan kuliner ada di Yogyakarta. Salah satu tempat wisata perpaduan budaya, sejarah dan alam adalah situs istana Candi Ratu Boko.

Situs ini merupakan istana megah yang dibangun sekitar abad kedelapan oleh kerabat pendiri Borobudur. Istana ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran yang merupakan keturunan Wangsa Syailendra. Pada awalnya, istana ini bernama Abhayagiri Vihara yang memiliki makna biara di bukit penuh damai.

Komplek istana ini memang didirikan di atas Bukit untuk menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Oleh karena itu, istana ini dibangun di ketinggian 196 meter di atas permukaan laut. Keindahan alam dari atas ketinggian memang selalu menjadi primadona wisatawan. Karena pemandangan dari ketinggian tidak akan ada yang menghalangi sejauh mata memandang.

Gerbang pertamana komplek candi

Areal wisata ini terbagi menjadi empat bagian, tengah, barat, tenggara dan timur. Di bagian tengah, wisatawan akan mendapati bangunan Gapura Utama, Lapangan, Candi dan Paseban. Sementara, Pendopo, Kolam, Balai-Balai, Candi dan Keputren berada di bagian tenggara. Bagian timur terdiri dari komplek gua, stupa budha dan kolam serta di bagian barat hanya ada perbukitan.

Gapura Candi

Gerbang masuk yang berada di situs ini terbagi dalam dua bagian, bagian dalam dan bagian luar. Gerbang dalam yang terdiri dari beberapa gapura merupakan gerbang utama menuju komplek istana. Gapura yang utama diapit oleh dua gapura pendamping di setiap sisi, namun sayang anak tangga yang tersisa hanya ada tiga. Sehingga tidak semua gerbang bisa wisatawan lalui.

Komplek Candi Ratu Boko

Sesuai dengan tujuannya, di dalam komplek ini terdapat tempat beribadah bagi umat Budha atau candi. Di komplek ini terdapat beberapa candi, di antaranya candi Batu kapur atau batu putih dan candi pembakaran.

Candi batu Kapur berfondasi batu kapur sedangkan bangunan di atasnya sudah tidak utuh lagi. menurut para sejarawan bangunan di atas candi ini terbuat dari kayu yang mudah rusak. Sementara candi pembakaran ini berbentuk teras berundak di sebelah timur laut gerbang utama.

Area hijau disekitar candi

Paseban

Paseban merupakan sebuah tempat untuk menghadap Raja. Bangunan ini berupa teras yang terbuat dari batuan andesit dengan ketinggian 1,5 meter. Tempat naik ke tempat ini berada di sisi bagian barat Paseban. Di setiap sisinya terdapat 20 umpak fondasi yang diperkirakan tempat berdirinya tiang penyangga. Selain itu ditemukan juga empat alur tempat berdirinya tiang pembatas ruangan.

Keputren

Di tempat ini pula wisatawan bisa menemukan keputren atau tempat khusus bagi para putri. Letaknya berada di timur pendopo. Bangunan ini terpisah menjadi dua oleh batu pembatas yang memiliki pintu penghubung. Di dalam lingkungan ini, terdapat 3 buah kolam berbentuk persegi dan 8 kolam berbentuk bundar yang sejajar.

Sumur Amerta Mantana

Di arah tenggara candi pembakaran, wisatawan akan menemukan sumur tua yang penuh dengan misteri. Amerta Mantana, begitulah nama dari sumur ini, yang berarti air suci yang dimantrai.

Air di dalam umur ini masih sering dipakai oleh masyarakat dengan keyakinannya membawa berkah. Air dari sumur ini juga sering digunakan dalam upacara tabor Agun umat Hindu. Sesuai dengan tujuannya, air ini digunakan untuk menyucikan diri.

Baca: Wisata Candi Prambanan Peninggalan Suci Hindu 

Gua Lanang dan Gua Wadon

Di arah timur istana ratu Boko, wisatawan akan menemukan dua buah gua, gua lanang dan gua wadon. Dua buah gua ini terletak di lereng perbukitan bagian barat komplek istana Ratu Boko. Ukuran gua lanang lebih besar jika dibandingkan dengan gua wadon. Di dalam gua, wisatawan akan menemukan tempat seperti bilik.

Taman-taman teduh di Candi Ratu Boko

Arsitektur Candi Ratu Boko

Keunikan lainnya di komplek istana Ratu Boko adalah perpaduan arsitektur Budha dan Hindu. Istana Ratu Boko dibangun oleh seorang Budha dari kerabat pendiri candi Borobudur. Sementara itu, istana ini juga memiliki unsur-unsur hindu yaitu Lingga dan Yoni.

Selain itu terdapat lempeng yang bertuliskan “Om Rudha Ya Namah Swaha” sebagai bentuk pemujaan Shiwa. Hal ini merupakan simbol toleransi yang ada pada masa itu antara kedua agama.

Matahari Terbenam

Tidak ada aktivitas lain yang biasa dilakukan oleh wisatawan di tempat tinggi adalah memburu sunset atau sunrise. Di komplek istana Ratu Boko, para wisatawan bisa menantikan indahnya suasana matahari tenggelam. Di atas bukit Boko, matahari tenggelam akan merubah warna langit senja menjadi kekuningan. Siluet candi prambanan berlatar gunung Merapi begitu jelas dan indah dilihat.

Baca: Candi Borobudur Wisata Candi Budha Terbesar Di Indonesia

Harga Tiket Candi Ratu Boko

Untuk menikmati keindahan sunset dan arsitektur candi Ratu Boko, wisatawan cukup membeli tiket masuk. Harga tiket Candi Ratu Boko untuk dewasa Rp40.000 dan untuk anak Rp20.000. Wisatawan juga bisa membeli tiket terusan untuk mengunjungi beberapa candi seperti Prambandan, Boko dan Borobudur.

Harga Tiket Candi Ratu Boko
Dewasa Rp40.000
Anak Rp20.000
Ratu Boko – Prambanan / Borobudur
Dewasa Rp75.000
Anak Rp35.000
Ratu Boko – Tari Ramayana
Dewasa Rp150.000
Anak Rp135.000

tiket sudah termasuk premi asuransi. Jika wisatawan adalah rombongan pelajar, maka cukup membayar Rp20.000 per orang. Dengan syarat menunjukkan surat pengantar dari sekolah dan minimal pengunjung 20 orang.

Tiket terusan Candi Ratu Boko dan Prambanan sudah termasuk shuttle bus dan asuransi.

Jam Buka Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko dibuka mulai pukul 06.00 Pagi. Jadi wisatawan sudah bisa mulai berkunjung pagi hari. Namun disarankan untuk mengujungi Candi Ratu Boko pada sore hari. Mengingat atraksi utama Candi adalah meyaksikan matahari terbenan. Sehingga pengunjung tidak perlu lama menunggu.

Candi Ratu Boko
Setiap Hari 06.00 – 17.00 WIB

Transportasi Angkutan Umum Ke Candi Ratu Boko

Untuk menuju ke lokasi Istana Ratu Boko, wisatawan bisa mengaksesnya dari Yogyakarta baik stasiun atau bandara. Jika wisatawan memulai perjalanan dari stasiun Tugu, wisatawan bisa langsung naik Trans Jogja. Naik dari halte Mangku Bumi dengan rute 1A kemudian turun di halte pasar Prambanan. Setelah sampai di halte Prambanan, wisatawan bisa melanjutkan pakai ojek atau taksi.

Bagi wisatawan yang datang dari arah Bandara Adi Sucipto, bisa langsung naik Trans Jogja rute 1A. kemudian turun di pasar Prambanan dan lanjutkan dengan naik ojek atau taksi. Bagi wisatawan yang mengendarai kendaraan pribadi, bisa mengakses jalan Laksda Adisucipto. Di perempatan pasar prambanan ambil ke jalan ke kanan menuju selatan. Sekitar jarak 3 km wisatawan akan menemui petunjuk arah ke istana Ratu Boko.

Alamat & Lokasi Candi Ratu Boko

Situs istana Ratu Boko terletak di Desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *