Candi Kalasan

Wisata Candi Kalasan Peninggalan Budaya Abad 8

Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya sekitar 16 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta. Candi Kalasan merupakan bagian dari candi peninggalan Buddha. Meskipun memiliki corak Budha, Candi Kalasan merupakan candi yang dibuat dengan perpaduan corak kerajaan Budha dan Hindu.

Sejarah pembangunan Candi Kalasan dibuktikan dengan Prasasti Kalasan yang ditemukan dekat lokasi candi tersebut. Prasasti tersebut ditulis di tahun Saka 700 atau 778 Masehi. Prasasti Kalasan ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf pra-nagari. Prasasti ini memberi informasi tentang awal mula pembangunan candi yang merupakan nasehat dari pemuka agama.

Dalam prasasti tersebut diceritakan bahwa penasehat spiritual Rakai Panangkaran memintanya untuk membangun tempat suci. Tempat suci yang diperintah ditujukan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Selain itu, penasehat tersebut juga memerintahkan untuk membangun biara untuk tempat tinggal biksu Buddha.

Suatu hari Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu melangsungkan pernikahan dengan Dyah Pramodya Wardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Karena itulah corak bangunan suci yang dibangun Rakai Panangkaran memiliki corak Hindu dan Buddha.

Kini, wujud bangunan Candi Kalasan sudah tidak utuh lagi karena termakan usia. Meski telah dilakukan pemugaran beberapa kali, bangunan candi tidak persis sama dengan yang asli.

Baca: Candi Prambanan Tiket & Atraksi Wisata Menarik

Arsitektur Candi Kalasan

Bangunan candi diperkirakan berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah. Tinggi keseluruhan bangunan candi mencapai 34 meter. Candi Kalasan memiliki alas berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 x 30 meter. Alas bujur sangkar ini membentuk selasar di sekeliling candi.

Dinding di sekeliling kaki candi dihiasi dengan relief bermotif daun kalpataru yang keluar dari sebuah jambangan bulat. Candi Kalasan memiliki 4 buah pintu yang terletak di keempat sisi, namun hanya pintu di sisi timur dan barat yang mempunyai tangga. Setiap tangga dihiasi dengan sepasang kepala naga.

Di hadapan anak tangga terbawah terdapat hamparan lantai dari susunan batu. Di depan kaki tangga terpasang lempengan batu yang tipis dan halus dengan bentuk berlekuk-lekuk. Ruang utama tengah candi dapat diakses hanya melalui pintu sisi timur. Dilihat dari letak pintu utama tersebut dapat dikatakan bahwa Candi Kalasan menghadap ke timur.

Arsiterktur Candi
Candi Kalasan memang tidak semegah candi Prambanan, namun cukup layak dikunjungi bagi pecinta wisata budaya dan sejarah.

Di sepanjang dinding candi terdapat relung untuk tempat berbagai arca. Akan tetapi, tidak semua arca masih berada di tempatnya. Diatas semua pintu selalu dihiasi dengan relief bermotif Kala. Di dalam ruangan utama terdapat susunan batu bertingkat yang dahulu merupakan tempat meletakkan patung Dewi Tara.

Diperkirakan bahwa patung tersebut terbuat dari perunggu setinggi sekitar enam meter. Menempel pada dinding barat, di belakang susunan batu tersebut terdapat semacam altar pemujaan. Tempat ini lah yang merupakan ruangan dimana pemujaan untuk Dewi Tara dilakukan.

Baca: Info Lengkap Wisata Candi Borobudur : Tiket, Jam Buka, Fasilitas, Atraksi & Aktivitas

Bagian atap Candi Kalasan memiliki dua tingkat dengan bentuk persegi delapan. Arca dengan ornamen Manusia Buddha terlihat pada tingkat pertama, sedangkan arca Dhayani Buddha terlihat pada tingkat kedua. Pada bagian puncak Candi Kalasan juga tampak beberapa stupa.

Bagian atap dan tubuh candi diberi ornamen dan hiasan berupa ukiran yang begitu cantik, mulai dari, relung-relung, arca, hingga patung manusia kerdil dengan perutnya yang buncit, serta arca Budha.

Relief Candi

Pengunjung dapat secara langsung mengamati detail relief dari dekat. Pengunjung akan menemukan relief dari sebuah pohon dewata dan awan beserta penghuni khayangan. Para penghuni ini membawa rebab, kerang dan camara. Terdapat juga relief dedaunan, dan kuncup bunga.

Candi Kalasan mempunyai keunikan tersendiri karena seluruh relief yang ada dilapisi semen kuno yang disebut Brajalepha. Brajalepha merupakan bahan pelapis bangunan yang konon dibuat dari campuran putih telur dan getah tanaman tertentu. Bahan ini digunakan untuk memperindah dinding dengan warna putih kekuningan sekaligus untuk melindungi dinding dari kerusakan.

Digunakannya Brajalepha dalam pembuatan Candi Kalasan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat di bidang arsitektur bangunan pada masa itu sudah sangat tinggi. Lapisan Brajalepha sendiri pun bukan campuran yang sederhana.

Baca: Info Wisata Candi Ratu Boko: Tiket, Aktivitas & Sunset

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Brajalepha konon dibuat dari campuran putih telur dan getah beberapa tanaman tertentu. Selain itu, adapula versi lain mengenai komposisi Brajalepha. Yakni tersusun dari campuran pasir kwarsa, kalsit, kalkopirit serta lempung.

Candi Sari

Tidak jauh dari Candi Kalasan, pengunjung dapat menemukan candi lain yang dikenal dengan Candi Sari. Tepatnya berada 500 di sisi timur laut Candi Kalasan Kedua candi ini, Candi Sari dan Candi Kalasan, masih memiliki sejarah yang berkesinambungan. Hal ini dijelaskan juga dalam prasasti Kalasan yang menyebutkan tentang pendirian tempat tinggal bagi para biksu.

Tiket Masuk Candi Kalasan

Tiket masuk Candi Kalasan juga tergolong murah. Pengunjung cukup mengeluarkan Rp5.000 per orang untuk bisa mengelilingi candi. Meskipun banyak bagiannya yang hilang, namun candi ini masih sangat layak untuk dieksplorasi.

Tiket Masuk Candi Kalasan
Tiket Masuk Rp5.000

Jam Buka Candi Kalasan

Candi ini dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Jam Buka Candi Kalasan
Setiap Hari 06.00 – 18.00 WIB

Fasilitas

Fasilitas di kawasan Candi Kalasan ini masih sangat terbatas. Areal parkir kawasan candi ini tidak begitu luas dan belum mampu menampung banyak bus. Pengunjung juga dapat menggunakan toilet umum yang bisa digunakan.

Di kawasan candi ini belum tersedia fasilitas mushola. Sehingga pengunjung muslim yang ingin melaksanakan ibadah perlu mencari mushola terdekat di luar wilayah candi.

Angkutan Umum

Tidak sulit untuk mengunjungi Candi Kalasan menggunakan angkutan umum. Jika wisatawan datang ke Yogya menggunakan pesawat, dari Bandara Adi Sucipto wisatawan perlu menaiki Trans Jogja 1A dan turun di Jalan Solo – Kalasan dekat tempat wisata. Begitupula ika dari Stasiun Tugu, wisawatan perlu berjalan kaki menuju halte Trans Jogja di dekat Malioboro.

Kemudian menaiki Trans Jogja 1A untuk turun di Jalan Solo- Kalasan Kemudian, berjalan kaki sejauh 20 m menyusuri gang kecil untuk sampai di candi ini. Berbeda jika wisatawan datang dari Stasiun Lempuyangan. Wisatawan perlu menaiki Trans Jogja 4B untuk bertukar bis di Halte Pakualaman.

Baca: Wisata Air Terjun Tlogo Muncar Sleman Tiket, Fasilitas & Aktivitas

Dari Halte ini, wisatawan baru menaiki Trans Jogja 1A menuju Jalan Solo-Kalasan. Selebihnya tinggal berjalan kaki sejauh 20 m menyusuri gang kecil untuk sampai di candi ini.

Tips untuk Wisatawan

Sebelum mengunjungi obyek wisata ini sebaiknya pengunjung perlu memperhatikan cuaca. Hal tersebut diperlukan sebab tempat yang akan dikunjungi merupakan obyek wisata outdoor. Jika diperlukan pengunjung dapat membawa payung untung berjaga-jaga.

Pengunjung juga sebaiknya menyiapkan bekal serta mengenakan alas kaki yang nyaman. Baterai kamera juga sebaiknya dipastikan penuh agar pengunjung dapat puas mengabadikan setiap sudut candi.

Lokasi Candi Kalasan

Dari jalan raya Solo – Kalasan, bangunan candi ini sudah cukup jelas terlihat. Untuk memasukinya, dari jalan raya pengunjung perlu masuk ke gang kecil sejauh 20 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *